Aspirasi Pedagang Cabai di Pasar Temanggung

Aspirasi Pedagang Cabai di Pasar Temanggung

Ternyata upaya pemerintah dalam rangka pengalihan harga BBM sangat berpengaruh terhadap kenaikan harga Cabe dipasaran, khususnya di Temanggung.Minggu 7 Desember 2014. berdasarkan Reset pasar di pasar Kliwon Temanggung membuktikan bahwa kenaikan harga cabai sangat mempengaruhi penjual.berikut ini pemaparan dari ibu Fitri salah satu pedangang cabai di pasar, ” Semenjak Harga Cabai Naik, Penjualan Menjadi Sulit dan Rata-rata pembeli juga tidak membeli dalam jumlah banyak, Akibatnya saya jadi banyak Merugi”.

Pedangan lain yang juga merasakan efek dari kenaikan harga cabai adalah ibu Sum yang mengatakan bahwa”Akibat kenaikan harga cabai, banyak  cabai yang busuk sebelum habis di pasaran, sehingga harus di pilah-pilah dan diantara yang bagus dan yang busuk lebih banyak cabai yang busuk” .

Imbas dari kenaikan  harga cabai yang mencapai hampir 50% juga berpengaruh terhadap pedagang yang menggunakan cabai untuk mendukung penjualannya, salah satunya adalah pedagang Bakso.

Berikut komentar dari para penikmat bakso “Akibat dari kenaikan harga Cabai sekarang Sabelnya kurang pedas juga jadi rasa dari bakso kurang nikmat”.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kenaikan cabai sangat dirasakan oleh kalangan Konsumen khususnya para pedagang Cabai dan pedagang yang menggunakan Cabai, karena harga Cabai dari distribusi itu sendiri sudah tinggi yaitu Cabai Hijau Rp.18.000,- per kg, Cabai Rawit Rp.50.000,- per kg, dan Cabai setan Rp.70.000,.

Tim JIS SMKN 2 Temanggung

Nikmati Fajar di Tujuh Gunung

Nikmati Fajar di Tujuh Gunung

imageOleh: Regina Rukmorini

GUNUNG dipercaya menjadi tempat terbaik untuk menyaksikan pemandangan matahari terbit (sunrise). Satu gunung biasanya menyajikan panorama yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Namun, jika berkesempatan menyaksikan semburat sang surya di antara keberadaan lebih dari satu gunung, mungkin saat itulah Anda mendapatkan ”bonus” luar biasa.
Bonus menakjubkan itu bisa didapatkan ketika Anda berkunjung ke obyek wisata Posong di Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Tak hanya menikmati pemandangan dari satu gunung, dengan berdiri di lokasi ini, siapa pun bisa menyaksikan fajar menyingsing di antara tujuh gunung sekaligus.

Posong berada pada ketinggian sekitar 1.900 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan berjarak sekitar 30 kilometer (km) dari alun-alun, pusat keramaian Temanggung. Jika serius ingin melihat panorama matahari terbit, Anda harus bangun sejak pagi-pagi buta.

Keindahan langit mulai tampak ketika menyusuri jalur berliku, menanjak di sepanjang jalan di Kledung. Semburat jingga yang mengiringi kumpulan awan akan menemani Anda. Klimaksnya adalah saat Anda berdiri di Dataran Tinggi Posong.

Sekitar pukul 04.30, di ufuk timur, matahari mula-mula terlihat seperti gumpalan kecil berwarna jingga. Di belakangnya, terlihat garis siluet bayangan Gunung Telomoyo, Andong, Merapi, dan Merbabu. Di sisi tenggara, terlihat jelas Gunung Sumbing. Di ujung paling utara, terlihat Gunung Muria.

Agak melompat dari garis lurus pemandangan matahari terbit itu ada Gunung Sindoro di sisi barat. Seusai menyaksikan fajar, siapa pun bisa dengan mudah membebaskan mata menelusuri setiap lekuk liku gunung, berikut dengan bebatuan, semak belukar, dan pohon di hutannya.

Dataran Tinggi Posong merupakan obyek wisata alam. Lokasinya berbatasan dengan hutan milik Perhutani, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk juga melihat sejumlah satwa liar turun.

Sukarti (30), seorang pemilik warung makan di Posong, menuturkan, siang menjelang sore hari biasanya banyak ayam hutan yang berkeliaran. ”Ayam hutan sering kali ribut bersuara dan memanjat pohon cemara di sekitar sini,” ujarnya.

Pada pagi hari terkadang wisatawan bisa melihat beberapa babi hutan berlari-lari di antara semak belukar. Keberadaan hewan itu tidak pernah mengganggu warga di sekitarnya. Hewan itu hanya terlihat sebentar dan sesaat kemudian langsung kembali masuk ke hutan.

Kehadiran warga sekitar yang lalu lalang di sekitar kawasan Posong juga menarik perhatian. Mereka adalah petani penggarap lahan di sekitar obyek wisata itu. Petani kerap meramaikan suasana dengan datang berombongan naik
mobil dengan membawa cangkul dan pupuk. Pengunjung dan petani pun tidak saling mengganggu.

”Kami juga sering menjadi obyek foto dari pengunjung,” ujar Sulis, petani dari Desa Tlahab, Kledung.

Jumlah wisatawan
Obyek wisata Dataran Tinggi Posong pertama kali dibuka untuk umum pada 2009. Obyek ini awalnya ditemukan dan dikelola oleh Kelompok Pencinta Alam Desa Tlahab, yaitu Jogoreso. Lama-kelamaan obyek ini menjadi badan usaha milik desa dan menjadi salah satu aset wisata Kabupaten Temanggung.

Berawal dari harga tiket parkir Rp 1.000 per kendaraan, saat ini harga tiket masuk menjadi Rp 4.000 per orang. Selain itu, pengunjung juga wajib membayar tiket parkir Rp 2.000 per kendaraan. Pada 2012, Posong baru menghasilkan pendapatan dari tiket masuk Rp 16 juta per tahun. Seiring dengan waktu, kini pendapatan dari tiket masuk sudah mencapai Rp 20 juta-Rp 25 juta per bulan.

Direktur Obyek Wisata Posong Zunianto mengatakan, kini jumlah pengunjung Posong pada hari biasa bisa mencapai 300 orang per hari. Pada akhir pekan, Sabtu-Minggu, jumlah pengunjung pun meningkat dan bisa mencapai 800 orang per hari. ”Kadang-kadang areal parkir pun tidak cukup sehingga kendaraan terpaksa parkir di jalan, di jalur masuk menuju Posong,” ujarnya.

Wisatawan datang dari banyak tempat. Tidak hanya dari sekitar Jateng, mereka juga berasal dari Jakarta, Bandung, Surabaya, dan sejumlah kota di luar Pulau Jawa. Turis asing berdatangan pula, terutama dari Jerman, Korea Selatan, Australia, dan Amerika Serikat.

Selain datang untuk melihat matahari terbit, wisatawan juga dapat lebih menikmati keindahan Posong dengan mengikuti paket wisata, seperti paket camping, outbond, atau paket photography trip. Khusus untuk paket perjalanan fotografi, setiap pengunjung akan ditunjukkan lokasi terbaik untuk mengambil obyek tertentu.

”Mereka yang hobi fotografi akan kami pandu dan diberi tahu tempat terbaik untuk memotret berbagai hal, mulai dari sore hingga keesokan paginya,” ujar Zunianto.

Ia menambahkan, Posong kini terus berbenah. Pemerintah Kabupaten Temanggung dua kali mengalokasikan dana dari APBD, yaitu Rp 250 juta dan Rp 900 juta, yang semuanya dipergunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti perbaikan jalan masuk dan membangun fasilitas lain.

 

Anak Temanggung Bikin Anti Nyamuk dari Tembakau

Anak Temanggung Bikin Anti Nyamuk dari Tembakau

anti nyamukJakarta, Manfaat tembakau selama ini memang masih diperdebatkan. Pasalnya, tembakau merupakan bahan utama pembuat rokok yang tentu saja berbahaya bagi kesehatan.

Namun Alfin Harjuno Dwiputro, pemuda kelahiran Temanggung, Jawa Tengah, ini menemukan manfaat lain dari tembakau. Menggunakan batang kayu dan bunganya, Alfin membuat insektisida yang dapat mengusir nyamuk-nyamuk nakal.

“Karena kampung halaman saya di Temanggung merupakan salah satu daerah yang banyak perkebunan tembakau, kayu dan bunga setelah panen itu jadi limbah. Paling dibakar atau dibiarkan saja di pinggir jalan. Saya ingin sekali memanfaatkan itu supaya nggak jadi sampah,” tutur Alfin ditemui detikHealth di acara International Exhibition for Young Inventors (IEYI) di Gedung SMESCO, Jl Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan, seperti ditulis Sabtu (1/11/2014).

Kayu dan bunga tembakau ditumbuk hingga halus. Setelah itu, serbuk hasil tumbuhan tadi dicampur air dan didiamkan selama satu malam. Setelah satu malam, dimasukkanlah ramuan terakhir berupa alkohol 70 persen sebanyak 10 ml.

“Jadi 70 gram hasil tumbukan tadi dicampur air sebanyak 4 liter. Setelah didiamkan semalam baru ditambahkan alkohol 70 persen sebanyak 10 ml,” tandasnya.

Tak berhenti di situ, Alfin pun menyusun mekanisme agar penggunanya tak perlu repot-repot menyemprotkan cairan ini. Menggunakan metode pewangi ruangan yang dimodifikasi, Alfin menghasilkan tempat cairan yang dapat otomatis menyemprot ketika nyamuk-nyamuk nakal mendekat.

Sebuah antena televisi bekas yang dilengkapi mikrofon mungil digunakan Alfin sebagai‎ alat penangkap suara nyamuk. Setelah suara nyamuk terdeteksi, alat tersebut pun mengirim sinyal melalui transmitter dan diterjemahkan sebagai perintah untuk menyemprotkan cairan. Tak perlu dicolok, sumber tanaga listrik alat ini berasal dari baterai 5 volt yang bisa dibeli di minimarket atau toko terdekat.

“Jadi nyamuk itu frekuensi suaranya kan 300-500 heartz. Mikrofon ini dipasang untuk menangkap suara itu lalu mengirim impulse yang diterjemahkan sebagai perintah untuk menyemprot,” urainya.

Titik Puspa akan ramaikan Hari Jadi Temanggung

Titik Puspa akan ramaikan Hari Jadi Temanggung

titik+puspa

Temanggung : Penyanyi senior ibu kota, asal Temanggung, Titik Puspa akan meramaikan rangkaian Hari Jadi ke-180 Kabupaten Temanggung. Dia akan menampilkan drama musikal bersama sekitar 30 anak dengan tema “Duta Cinta Titik Puspa”.

“Titik Puspa bersama kelompoknya akan tampil dalam beberapa acara, yakni pada kegiatan Gabungan Organisasi Wanita di Graha Bhumi Phala, menghibur para pelajar SMA/SMK, dan pada resepsi Hari Jadi ke-180 Temanggung di Alun-Alun Temanggung,” kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Temanggung Witarso Saptono Putro.

Menurutnya, Titik Puspa yang pernah dibesarkan di Temanggung itu sejak lama ingin terlibat langsung dalam peringatan HUT Temanggung, dan tahun ini berkesempatan. Drama tersebut menggambarkan kecintaan seorang Titik Puspa pada budaya dan lingkungan tempat tinggalnya yakni Temanggung.?

Sejumlah kegiatan dalam rangkaian Hari Jadi Temanggung tahun ini juga diselenggarakan tahlil dan penggantian Songsong Djojonegoro di Masjid Agung Darusalam, MoU nota kesepahaman Bupati Temanggung dengan perguruan tinggi (ITB, Undip, dan Unpad), Ziarah ke Makam Pahlawan Prayuda Mudal dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kaliprogo Kranggan. Apel akbar Kuda Lumping dari perwakilan 20 kecamatan di Kabupaten Temanggung dan festival budaya yang diselenggarakan di Alun-Alun Temanggung pada 15 November 2014.

Pada Hari Jadi Temanggung tahun lalu, dikatakan panitia mengundang pihak Akademi Militer untuk melakukan sosialisasi terhadap para pelajar, dan pada tahun ini panitia mengundang pihak Akademi Kepolisian untuk melakukan kegiatan yang sama.”Selain memperkenalkan Akpol kepada para pelajar, taruna Akpol juga akan menampilkan kesenian pada malam resepsi (15/11) dan pawai drumband untuk menghibur masyarakat di Alun-Alun Temanggung pada 16 November 2014,” katanya.(Osy)

sumber : Kedaulatan Rakyat

Brigade tikus

Brigade tikus

Rukanto
Dari Sukomarto Kecamatan Jumo.
Oleh: REGINA RUKMORINI 0 KOMENTAR FACEBOOKTWITTER

Meringkus tikus.

MASUK ke golongan hewan cerdas, hama tikus tidak mudah diberantas. Dia pandai berkelit menghindari jebakan. Petani di seluruh Indonesia mengalami kesulitan ini. Akibatnya, petani kerap gagal panen dan menanggung rugi. Namun, bagi Rukanto (57), yang mengenali tabiat tikus bertahun-tahun, membasmi tikus ada rumusannya supaya berhasil.
Rukanto adalah petani asal Desa Sukomarto, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Di antara para petani, Rukanto ditunjuk sebagai Ketua Kelompok Tani Sianjir, Kecamatan Jumo. Karena keahliannya membasmi tikus, Rukanto bersama kelompok taninya dikenal sebagai pawang tikus dan kerap dipakai jasanya di luar daerahnya.

Tidak mengandalkan rodentisida atau emposan, Rukanto berburu tikus dengan berjalan mengelilingi daerah persawahan pada malam hari. Bekalnya cuma dua, petromaks dan pentungan. Terang sinar petromaks di malam yang gelap dan suara berisik petromaks secara otomatis membuat banyak tikus keluar dari liang persembunyiannya.

”Setelah keluar, di bawah terang petromaks, gerombolan tikus tidak mampu mempercepat gerakannya. Saat bergerak lambat itulah, gerombolan tikus dengan mudah dapat dipukul dengan pentungan,” ujar Rukanto menjelaskan.

Cara menangkap tikus seperti ini mulai diterapkan Rukanto sejak tahun 2001. Ia menemukan ide ini setelah melihat cara serupa dipakai pemuda desa menangkap anak kodok di sawah. Setelah cara ini dicoba berkali-kali dengan beberapa modifikasi dan berhasil, dia mengajak petani lain bergabung bersama membasmi tikus.

Awalnya, Rukanto mengajak banyak pemuda penganggur di desanya. Namun, karena banyaknya hama tikus dan banyaknya permintaan membasmi tikus, Rukanto melibatkan banyak petani di kelompok tani yang diketuainya. Untuk kebutuhan membasmi gerombolan tikus yang merepotkan petani ini, Rukanto memiliki pasukan yang disebut Brigade Tikus. Brigade ini terdiri atas 67 kelompok yang mahir menangkap tikus. Tiap kelompok beranggotakan 20-50 orang.

Karena anggota Brigade Tikus tidak cukup banyak dibandingkan dengan tikus yang menjadi hama, Rukanto menjadikan pemburuan tikus sebagai kegiatan gotong royong desa. Warga dari berbagai usia dilibatkan. Anak- anak hingga warga lansia terlibat dalam keprihatinan bersama. Semua dilakukan dengan gembira.

Mengenali jejak

Kepada petani yang dibinanya, Rukanto selalu mengajarkan kepekaan dalam mencermati tanda-tanda serangan tikus. Dari pengalamannya, tanda-tanda itu terlihat jelas dari kondisi tanah sekitar tanaman padi yang becek, licin, jejak kaki tikus, dan bau amis. Tanda-tanda itu mudah didapati ketika hama tikus baru saja melintas sekitar lima menit. Tidak hanya itu, kesadaran serangan hama tikus yang bisa cepat berpindah dari satu desa ke desa lain juga ditekankan.

”Tikus bisa berpindah, melanjutkan serangan hingga radius 10 kilometer dari daerah sebelumnya,” ujarnya.

Karena ketekunannya mengatasi gerombolan tikus, Rukanto bisa berbangga. Brigade Tikus memiliki keterampilan lebih dalam hal menangkap tikus. Jika 100 orang hanya bisa menangkap 200 tikus, 100 orang dari kelompok binaannya mampu menangkap 20.000 tikus. Seratus kali lipat.

Ketekunan Rukanto ini seiring dengan program gropyokan atau beramai-ramai menangkap tikus yang dicanangkan Kabupaten Temanggung tahun 2001. Untuk satu tikus yang ditangkap, uang Rp 1.000 akan diberikan. Dengan program ini, keahlian kelompok tani yang dibina Rukanto menjadi bernilai lebih. Penghasilan tambahan pun bisa didapat.

”Banyak warga yang menganggur, buruh tani, akhirnya mendapatkan tambahan uang dari kegiatan menangkap tikus tersebut,” tuturnya.

Keahlian Rukanto dan kelompok taninya mulai dikenal dari mulut ke mulut. Sejumlah daerah, bahkan dari luar Temanggung, mengundang mereka untuk memburu tikus. Undangan dari luar kota antara lain datang dari Purwokerto, Kendal, dan Demak di Jawa Tengah.

Untuk jasa penangkapan tikus di luar kota, Rukanto memberikan harga Rp 1.500-Rp 2.000 per satu tikus yang ditangkap. Setelah dipakai untuk kebutuhan makan, sisanya pendapatan dibagi rata untuk semua anggota yang terlibat. Karena harus dilakukan malam hari, saat ”bertugas” di luar kota, mereka harus mengeluarkan biaya untuk menginap. ”Di luar kota, kami biasa menginap di balai desa setempat atau di rumah-rumah penduduk,” paparnya.

Saat bertandang dan diundang ke daerah lain, Rukanto sekaligus memanfaatkannya sebagai ajang berbagi ilmu tentang pertanian dengan petani lain. ”Setelah dua kali kami kunjungi, biasanya warga di daerah tersebut secara otomatis akan bisa melakukan pemberantasan tikus sendiri,” lanjutnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Temanggung Harnani Imtihandari mengatakan, keahlian dan kesediaan menangkap tikus seperti dimiliki Rukanto dan kelompok taninya patut diapresiasi. ”Hama tikus relatif sulit dikendalikan karena binatang ini cerdas, dengan tingkat kecerdasan nomor tiga setelah manusia dan kera,” katanya.

Hindari kimia
Sama seperti hama tikus yang dikendalikannya dengan cara alami, Rukanto juga menolak mengendalikan hama lain untuk usaha taninya dengan obat-obat kimia. ”Terlalu banyak pemakaian zat kimia dari pupuk dan obat-obatan sering kali justru menjadi pemicu munculnya berbagai macam hama lain,” ujarnya menjelaskan.

Pengendalian dan pencegahan terhadap serangan hama, menurut dia, dapat dengan mudah dilakukan petani, dengan menerapkan cara bertani yang tepat. Serangan hama wereng, misalnya, menurut Rukanto, bisa dicegah dengan menebarkan daun-daun tembakau di sekitar areal sawah saat tanaman padi diairi. Selain itu, upaya lain yang harus dilakukan adalah dengan tidak terus-menerus mengalirkan air irigasi ke areal tanaman padi di sawah.

Sebagai ketua kelompok tani, Rukanto kerap dikirim Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Temanggung mengikuti pelatihan tentang pertanian, terutama penanggulangan hama, di sejumlah daerah. Di luar itu, dia kerap berinisiatif mengikuti pelatihan dengan biaya sendiri.

Seiring dengan upayanya mengendalikan hama dengan cara alami dan non-kimiawi, dalam lima tahun terakhir, Rukanto juga melakukan sistem pertanian organik. Berbekal pengetahuan yang didapatnya dari pelatihan, dia sudah mampu membuat pupuk organik sendiri.

Khusus untuk pertanian organik ini, Rukanto masih sepi pengikut. Banyak petani sulit meninggalkan kebiasaannya memakai obat-obat kimia karena sudah dijalani selama bertahun-tahun.

—————————————————————————
Rukanto
♦ Lahir: Temanggung, Jawa Tengah, 10 November 1956
♦ Pendidikan terakhir: SMEA Parakan, Temanggung
♦ Istri: Sumarmi (59)
♦ Anak:
– Mujiati (39)
– Taat Sulistyo (35)
– Eko Susilo (31)
– Khoiriyah (28)
– Khoiron (25)
♦ Jabatan:
– Wakil Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Jumo
– Ketua Kelompok Tani Sianjir,

Video Pengumuman Susunan Kabinet Kerja Jokowi

Video Pengumuman Susunan Kabinet Kerja Jokowi

Akhirnya selesai sudah yang membuat pertanyaan banyak orang tentang susunan kabinet 2014  yang langsung diumumkan oleh Bapak Presiden Jokowi di Istana Merdeka. Susunan kabinet ini terdiri dari 37 Menteri dengan kombinasi Partai pendukung dan profesional. Pengumuman ini diumumkan oleh Presiden Jokowi pada sore hari tanggal 26 Oktober 2014. Ada beberapa nama menteri Gaek seperti Tjahyo Kumolo sebagai menteri Dalam negeri. Untuk melihat Videonya Pengumuman Susunan Kabinet Kerja Jokowi  silahkan klik Disini.

Berikut adalah Pengumuman Susunan Kabinet Kerja Jokowi  :

Ini Susunan Lengkap Kabinet Jokowi-JK
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumankan susunan kabinetnya di Istana Negara, Minggu (26/10/2014) pukul 16.00 WIB. Kabinet ini diberi nama KABINET KERJA.
Presiden RI : Joko Widodo
Wakil Presiden RI : M Jusuf Kalla
1. Menteri Sekretaris Negara : Praktino
2. Menteri Perencanaan Pembangunan Negara/Kepala Bappenas: Andrinof Chaniago
3. Menko Bidang Kemaritiman : Indroyono Soesilo
4. Menteri Perhubungan : Ignasius Jonan
5. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti
6. Menteri Pariwisata : Arief Yahya
7. Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral: Sudirman Said
8. Menko Bidang Polhukam : Tedjo Edy Purdijatno
9. Menteri Dalam Negeri : Tjahjo Kumolo
10. Menteri Luar Negeri : Retno Lestari Priansari Marsudi
11. Menteri Pertahanan : Ryamizard Ryacudu
12. Menteri Hukum dan HAM : Yasonna H Laoly
13. Menteri Komunikasi dan Informatika: Rudiantara
14. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Yuddy Chrisnandi
15. Menko Bidang Perekonomian: Sofjan Djalil
16. Menteri Keuangan : Bambang Brodjonegoro
17. Menteri BUMN : Rini M Soemarno
18. Menteri Koperasi dan UMKM: Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga
19. Menteri Perindustrian : M Saleh Husin
20. Menteri Perdagangan : Rachmat Gobel
21. Menteri Pertanian : Amran Sulaiman
22. Menteri Ketenagakerjaan : Hanif Dhakiri
23. Menteri PU dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadi Muljono
24. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya
25. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN: Ferry Mursyidan Baldan
26. Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani
27. Menteri Agama : Lukman Hakim Saefuddin
28. Menteri Kesehatan : Nila F Moeloek
29. Menteri Sosial : Khofifah Indar Parawansa
30. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Yohanan Yambise
31. Menteri Kebudayaan dan Pedidikan Dasar dan Menengah: Anies Baswedan
32. Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi : M Nasir
33. Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi
34. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Marwan Ja’far

Semoga Bisa diharapkan dapat memajukan indonesia