Wara Wara Mubes FIKT

Wara Wara Mubes FIKT

MUBES FIKT-2014-MUKAKatur poro kadang semuanya, sehubungan dengan pelaksanaan Mubes 2014, panita sedang mempersiapkan segala sesuatunya agara dapat berjalan dengan sebaik baiknya.

Selain menyiapkan rundown acara, juga mempersiapkan AD/ART, Laporan Pertanggungjawaban, serta usulan rekomendasi,usulan program kerja dll.

Berikut kami share draft AD/ ART dan  Run-Down Acara yang akan dilaksanakan. Agar poro kadang dapat mempelajari terlebih dahulu sehingga dalam rapat nanti sudah mempunyai bahan untuk dimusyawarahkan dan disempurnakan.

Semoga kegiatan dapat berlangsung dengan sukses, dan memberikan kerangka langkah perjalanan pengurus FIKT kedepan dengan lebih baik dan terencana.

Salam
Eli M

Rancangan AD ART Susunan Acara

Sang Hijau Daun

Sang Hijau Daun

Posted on September 17, 2010 by jumalimw
” …….Sesungguhnya Kami telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, untuk Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu : anggur, dan sayur-sayuran, zaitun, dan pohon kurma, kebun-kebun yang lebat. dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu…..” (QS: 80 ’ABASA: 25-32)

SIANG itu, pak Tutur tidak seperti biasanya, selain menenteng tas berisi laptop dan beberapa surat kabar, pulang dengan membawa seikat potongan batang tanaman. Adip, putra pertama yang duduk di klas VIII (SMP) segera menjemput sembari bertanya ” membawa apa Pak ?

” Tadi pagi bapak berkunjung ke sebuah pabrik. Di halaman pabrik itu, tumbuh dengan lebat tanaman anggur yang berbuah ranum ….. Bapak minta kepada pemiliknya, beberapa potong batang nya. Bapak tertarik untuk menanamnya …”

” Dimana bapak mau menanam anggur itu ? tanya Adip. ” Tak usah kawatir, disela sela tanaman di halaman rumah kita yang sempit ini, masih memungkinkan kita menanaminya ”

Demikianlah, pada hari hari berikutnya pak Tutur dibantu kedua putra laki-lakinya, Adip dan Amper- anak kedua klas V (SD) dipanggil demikian karena saking hobi permainan elektronik – menyiapkan stek anggur itu siap ditanam. Empat kantung plastik mula mula diisi campuran tanah dan pasir, kemudian serasah dedaunan, dan paling atas adalah tanah. Batang anggur itu lantas ditancapkan dengan hati hati ke tanah di kantong plastik itu. ” Jangan lupa, kalian rawat stek ini 1 – 2 bulan ini, dan setelah keluar putik, terubus daun …..segera kita pindahkan ke lubang tanam.

Yang dikerjakan oleh Adip dan Amper tidaklah sulit, mengamati dan menjaga agar stek dipot plastik itu tidak kekeringan, serta diganggu oleh kucing atau ayam. Penyiraman kecil dilakukan 2 – 3 hari sekali. Benar juga, belum sampai hari ketujuh, titik tunas pada batang stek itu kelihatan menggelembung dan merekah.Dan hari hari berikutnya, menyembul tunas yang selanjutnya berkembang menjadi lembaran daun. Rata rata satu batang bertumbuh tiga cabang berdaun hijau subur. Selanjutnya semai itu dipindahkan masing masing dua semai diujung kanan dan kiri.

” Sengaja dua semai ini kita tanam disudut halaman, karena pada pertumbuannya tanaman anggur ini kita biarkan ia melebat keatas dan kita rambatkan di atas para-para yang nanti kita siapkan ” ujar pak Tutur. ” Wah kalau begitu, pohon anggur ini bakal merambat menutupi halaman .. ? tanya Amper ” Tepat sekali, rambatan tanaman itu sekaligus sebagai peneduh, mengurangi terik matahari ” …. ” Kapan pak , kita bakal memetik buahnya ?” Adip menukas.

” Jaga dan rawatlah tanaman ini dengan baik dan telaten…Insya Allah, dia bakal tumbuh dan berkembang sesuai kodratnya…. dan kalau tanpa gangguan hama, penyakit atau layu manakala kekeringan, atau dicabut oleh tangan usil…. pada masa yang sesuai tanaman anggur ini pasti berbuah. Jangan lupa Adip dan Amprer untuk merawat dan menjaganya secara bergiliran ”

Tiga bulan kemudian, tanaman anggur itu tumbuh dengan subur, batang utamanya menjulur setinggi kira-kira setengah meter, dengan dua tiga ranting berdaun. Di hari pertama bulan Ramadhan itu, sekolah libur dan pak Tutur pun mendapat cuti kerja. Mereka bertiga asyik melihat tanaman anggur yang mulai tumbuh tersebut, sembari mengobrol.

Seperti biasanya, Amper si kecil tak sabar memendam segudang pertanyaan. ” Cepat sekali ya tumbuhnya anggur ini ? Kenapa menjalar, sedangkan tanaman lain tidak ? ” Pak Tutur, tidak langsung menjawab, sebaliknya melontarkan kepada Adip. ” Kenapa Adip ?

” Ehmm…. anggur ini cepat tumbuh, karena tanah tempat dia ditanam banyak makanannya, yang dengan mudah diambil oleh akar dan dikirim keseluruh tanaman…” Jawaban Adip sesungguhnya mengulang kembali seperti apa yang yang dijelaskan oleh bu guru Ilmu Pengetahuan Alam .

” Ya seperti manusia yang untuk hidup dan kegiatannya memerlukan makanan, semua makhluk pun, termasuk tanaman itu, memerlukan makanan. Dengan makanan yang tersedia itu selanjutnya diolah untuk keperluannya.

Namun, apakah Adip dan Amper tahu, makanan hanya lah, bahan yang ada ditanah. Akar hanyalah alat tanaman untuk mengambil makanan itu, ibarat kita adalah mulut. Siapakah yang mengolah, dan menyebarkan ke seluruh bagian tanaman. Sehingga tanaman tumbuh, membesar, berbunga, dan berbuah ?

Tak ada lain kecuali Daun…..daunlah kunci segala mesin kehidupan tanaman. ” Coba perhatikan daun daun tanaman anggur itu, juga tanaman lain : dahlia, telinga gajah, atau dihalaman seberang tanaman bambu, pepaya, pisang ….. Bentuk, rupa dan jenis daun berbeda antara satu tanaman dengan tanaman lain. Ada yang berbentuk seperti hati, menyerupai jari jari, oval, ada juga menyerupai tameng, sampai lancip meruncing seperti jarum, atau seperti layar perahu berkembang. Namun apapun bentuknya Satu kesamaannya, yaitu warna nya. …. ” Hijau ….” serempak Adip dan Amper menimpali perkataan ayahnya.

” Ya…… daun yang berwarna hijau itulah kunci proses kehidupan tanaman …., bahkan kalau dalam kesatuan kehidupan dan lingkungan lebih besar . Kunci kehidupan makhluk maklhuk lain : dari bakteri, hewan, sampai manusia ”

Adip menimpali ” kata bu guru, bukankah di daun mengandung zat hijau daun atau…..” – berhenti mengingat ingat ….. ” ehm yang disebut Klorofil ”

” Seratus untuk Adip ” pak Tutur bertepuk….” ya klorofil atau zat Hijau Daun ….”

Mesin kehidupan tanaman, dikendalikan dan diatur oleh jutaan molekul zat yang bernama klorofil itu, yang terdapat di kloroplas pada helaian daun tanaman. Sinar matahari yang menyinari persada bumi dan lautan, energi nya (berupa foton ) diserap oleh zat hijau daun atau klorofil pada panjang gelombang yang setara dengan warna hijau. Air yang terserap oleh akar, melalui pembuluh kayu atau xilem mengalir ke kloroplas di bagian daun. Gas karbon-dioksida (CO2) masuk ke daun melalui pori-pori daun, stomata. Pertemuan air dan CO2 di daun itu oleh klorofil, yang secara Sunatullah dengan energi (dari sinar matahari ) berproses membentuk oksigen (O2) dan gula . Oksigen yang dihasilkan keluar juga melalui stomata disebar ke udara. Proses ini dikenal sebagai fotosintesis (yang arti harafiahnya:photon – sinar, synthesa – menyusun dari bagian-bagiannya).

Oksigen diperlukan oleh makhluk (tanaman,hewan, manusia) untuk bernafas. Itulah sebabnya, ketika kita berada di dekat atau dibawah rimbun pepohonan meskipun sekitar kita panas oleh terik matahari, kita merasa segar, karena paru paru kita dipasok oleh puluhan gram oksigen yang dihasilkan dan dikeluarkan oleh hijau daun tanaman.

Gula yang terbentuk itu selanjutnya didalam tanaman dibentuk menjadi karbohidrat, lemak, dan protein, yang dikirim ke seluruh bagian tanaman, baik untuk pertumbuhan atau disimpan sebagai cadangan. Cadangan bahan itu ada yang disimpan di akar, di biji, buah atau yang lain, dan diperlukan oleh hewan dan manusia sebagai sumber pangan. Beberapa bahan cadangan berupa serat (kayu,bambu,buah) dimanfaatkan manusia untuk bahan sandang dan bahan bakar (energi). Semua itu berawal dari proses yang berlangsung di daun, maka fotosintesis adalah kunci kehidupan kita, dan planet kita.

” Bapak , bagaimana air dapat diubah menjadi oksigen oleh Hijau Daun tadi ?” Adip bertanya semakin penasaran. Ia masih ingat pertanyaan serupa pernah disampaikan ke guru IPA oleh temannya di klas nya. Jawab bu guru ” itu sangat rumit…..pada saatnya nanti kalian akan pelajari di bangku SMA atau perguruan tinggi … ”

” Rumit…..Bagaimana sesungguhnya proses itu berlangsung hanya Allah yang mengetahui persisnya ..” Pak Tutur pelan memberi penjelasan. ” Kita manusia yang diberi akal olehNya wajib berusaha merangkai dan mengurai rahasia alam itu. Konon proses itu melibatkan proses pelepasan elektron

”…Apa itu elektron ? Ananda masih ingat ketika beberapa waktu yl kita berkunjung ke Taman Pintar di Yogyakarta ? ”

” ya ya… Amper ingat, ketika tangan ku sentuhkan ke peralatan Elektrometer, terjadi aliran listrik, rambut saya terimbas listrik dan dilayar terlihat loncatan loncatan sinar….”

” Ya itulah rupa elektron yang pada alat itu diubah menjadi energi listrik ….”

Proses fotosintesis berlangsung dua tahap. Sebagai perbandingan, kita dapat mengibaratkan daun itu sebagai sebuah mesin pengolah, yang terdiri atas dua bagian, keduanya dihubungkan dengan ban roda penggerak. Tahap pertama fotosintesis, yaitu saat berlangsung penyinaran berlangsung di bagian mesin I. Pada bagian pertama ini , roda mesin berupa berupa klorofil berputar, bahan berupa air masuk. Energi penggerak roda itu adalah foton (sinar matahari). Foton yang ditangkap oleh hijau daun mampu melepaskan elektron yang terkandung didalam hijau daun. Elektron ini menguraikan air, sehingga pecah menjadi penyusun dasarnya, yaitu proton (hidrogen) , elektron, dan oksigen. Oksigen yang dihasilkan terlepas ke udara bebas, melalui cerobong (stomata). Pada tahap pertama ini energi surya diubah menjadi elektron .

Proton hidrogen yang dihasilkan melalui ban roda, dipindahkan ke bagian mesin II. Pada tahap kedua berlangsung tanpa peran sinar matahari, yaitu pengubahan (reduksi) gas karbon-dioksida (CO2) yang masuk kedaun melalui stomata oleh Hidrogen menjadi gula dan air. Gula ini sebagai bahan yang berfungsi sebagai energi kimia. Pada proses perubahan selanjutnya, baik pembentukan ataupun pemecahan, keberadaan energi kimia mutlak diperlukan. Dan itu bukan hanya terjadi di tanaman, tetapi segala jenis makhluk organik ciptaan Allah, dari bakteri, hewan sampai manusia.

Singkatnya, fotosintesis adalah proses pengubahan (konversi) energi dari energi surya menjadi energi kimia. Ini sesuai dengan pelajaran IPA bagian Fisika yang Nanda terima, terutama Adip bahwa energi tidak dapat dibentuk dan dimusnahkan, tetapi hanya dapat diubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi yang lain.

Wanginya bunga, ranum dan manisnya buah, atau mentesnya bulir bebijian adalah proses kehidupan (hayati) berikutnya yang kesemuanya bergantung pada bahan dasar utama, gula (glukosa) yang dihasilkan Sang Hijau Daun. Konsep ini dalam penerapannya mengandung arti betapa penting peranan Sinar (matahari), semakin lama hijau daun bertemu dengan energi surya akan semakin tinggi energi yang dihasilkan, sekaligus produknya (gula). Maka bukan hal yang aneh, bila beberapa jenis tanaman sub-tropis yang tumbuh sepanjang musim semi dan panas, dengan penyinaran matahari rata-rata 15-17 jam/hari dikenal produktivitasnya tinggi.

Sudah diketahui pula, bahwa ketika daun (tepatnya klorofil) terkena sinar mentari, tidak secara total energi terkandung dalam sinar itu diserap semuanya. Rata-rata hijau daun tanaman hanya menyerap sinar tampak untuk fotosintesis sebesar 45 %. Nilai itu disebut rendemen fotosintetik. Dapatkah rendemen itu ditingkatkan ? Peningkatan rendemen itu berarti mengusahakan sebanyak mungkin energi surya yang menyentuh daun, dimanfaatkan untuk fotosintesis yang selain mengubah air menjadi oksigen, juga mengubah CO2 menjadi karbohidrat, sebagai sumber utama untuk metabolisme tanaman dalam menghasilkan produk berharga.

Keseimbangan jumlah O2 dan CO2 di atmosfir merupakan kunci keseimbangan iklim di dunia . Ketika hutan banyak di tebang tanpa dihijaukan kembali, artinya produsen oksigen dan pengguna CO2 berkurang. Produksi CO2 bertambah dari yang dikeluarkan gas buangan kendaraan (motor, mobil) serta gas buangan pabrik. Maka yang terjadi adalah fenomena yang kita rasakan saat ini, pemanasan global.

Betapa sangat bermanfaat dan berfungsi nya sebatang pohon. Sebatang pohon per hari rata rata menyerap 18 g CO2 dan menghasilkan 86 g O2, serta mampu menyimpan air (tanah) 0,5 liter. Lingkungan yang hijau oleh rimbunnya pepohonan berarti menjadi sumber oksigen untuk makhluk lain, sekaligus mengurangi CO2. Lingkungan yang sehat dan nyaman.

Pada era krisis energi, dimana ketergantungan suatu negara (seperti kita, Indonesia) akan bahan bakar minyak bumi dan gas semakin sulit…maka sumber energi yang terbarukan (renewable energy resources) akan menjadi penyelamat. Salah satu potensi sumber energi terbarukan yang melimpah di bumi Nusantara ini adalah biomassa tanaman. Apakah berupa limbah tanaman, hidrokarbon (ganggang), hasil tanaman yang diolah (minyak menjadi biodiesel, pati atau gula menjadi bioetanol). Ragam bio-energi itu dipanen atau diolah dari tanaman, yang secara Sunatullah …..mampu menangkap energi (matahari) mengubah dan menyimpannya menjadi energi (kimia). Bermula dari sumber energi, berakhir untuk energi…..semuanya berkat Sang Hijau Daun.

” Tadi bapak menyebut terbentuknya elektron. Apakah dapat diukur ? tanya Amper. ” Sejauh ini sih, belum ada yang melakukannya. Tetapi mestinya kalau alat seperti Elektrometer di Taman Pintar Yogya tersedia, kita dapat mencoba melakukan pengukuran ” jawab pak Tutur.

” Yang jelas, Adip seperti Tugas Mandiri yang diberikan oleh sekolah, dapat mulai melakukan percobaan dengan mengukur setiap minggu pertumbuhan tanaman anggur itu, serta ukuran daun dan mencatatnya. ”

” Bagaimana kita mengetahui terjadinya peran Sang Hijau Daun itu ? tanya Adip

Dengan pelan pak Tutur menjawab ” Insya Allah, masih cukup panjang waktu yang ada – menurut pemiliknya – tanaman anggur ini mulai berbuah pada umur 2 tahun. Setelah pengukuran pertumbuhan itu Adip selesaikan, kita dapat menyiapkan alat dengan merakit sendiri beberapa botol dan pipa plastik untuk mengetahui dan mengukur proses fotosintesis . Tidak sulit koq ”

Dalam setiap sholat tahajudnya, pak Tutur senantiasa tak henti hentinya menyukuri dan berterimakasih atas rahmah dan karunia Allah swt yang dilimpahkan kepadanya, bukan kekayaan materi. Namun diberi tiga anak , memang nakal nya bukan main, tetapi tumbuh dan berkembang dengan penuh keinginantahu yang luar biasa pada usia yang relatif dini. Meskipun secara formal, profesi pak Tutur bukanlah guru, sehari-hari justru bergelut dengan seribu pertanyaan untuk dijawab dan dipecahkan. Dia adalah salah satu staf divisi Research & Development di sebuah perusahaan pribumi, walau hanya berbekal ijazah SMK Pertanian. Pengalaman masa remaja menjadi laboran kimia di sekolah almamaternya ikut memperkaya pak Tutur dalam mendidik dan berkomunikasi dengan anak-anaknya……….

(Ngadirejo, Syawal 1431 H, hari kelima.Penulis Djumali Mangunwidjaja, naskah disiapkan untuk LONTAR – tabloid pendidikan (forum belajar masyarakat pendidikan )

Deslaknyo, Belum Lulus IPB Sudah Jadi Manager

Deslaknyo, Belum Lulus IPB Sudah Jadi Manager

DeslaknyoDeslaknyo Wisnu Hanjagi, S.KPm, Alumni Program Akselerasi Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB memberikan testimoninya dalam Silaturahim Nasional Bidikmisi Tahun 2014 bertajuk ‘Kebangkitan Kaum Dhuafa”. Kegiatan ini diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Acara ini dihadiri sekitar 1200 orang . Acara tersebut dilaksanakan bersamaan dengan peluncuran pemberian beasiswa dari presiden (Presidential Scholarship).

Dalam kesempatan itu, Deslaknyo menyampaikan terima kasihnya kepada presiden, pemerintah dan rakyat Indonesia. Deslaknyo juga bercerita tentang jejak hidup dan perjuangan sewaktu kuliah di IPB. “Orang tua saya hanya buruh tani. Ibu saya setiap hari paling mendapatkan upah 10 hingga 20 ribu rupiah. Alhamdulillah, semasa saya sekolah selalu pendapatkan beasiswa prestasi dari sekolah, meski saat itu saya masuk di SMAN 1 Temanggung, SMA RSBI satu-satunya di Temanggung, masuk di kelas unggulan, dan diharuskan membayar SPP yang mahal. Saya nekat mendaftar ke IPB.”

Dengan uang hasil bekerja sebagai kasir di sebuah minimarket di Temanggung, ia berangkat ke IPB. IPB telah mengubah hidupnya menjadi lebih baik dan mengajarkan kepadanya untuk cepat beradaptasi  menjawab tantangan hidup. Selama di IPB, ia belajar untuk mengatur kehidupannya. Selain belajar, Desaklnyo aktif di berbagai organisasi. Selain itu, ia juga bekerja menjadi Event Organizer (EO) dan apapun pekerjaan ia lakoni seperti menjadi asisten dosen di beberapa mata kuliah sekaligus dan lain-lain. Banyak adik kelasnya bertanya, kok bisa mengatur waktu? Ia hanya menjawab, “Saya berusaha mengurangi waktu tidur saya. Mungkin teman-teman satu rumah saya tidak mengetahui jika saya sering sekali bangun malam dari pukul 1 hingga 4, meski di kelas juga dijuluki sebagai tukang tidur. Namun itu adalah cara belajar saya. Saya membaca materi kuliah sekilas ketika di awal dosen menjelaskan. Saya mengatur posisi terileks ketika kuliah, sedikit mengantuk, dan di sana saya dapat belajar dan mendengarkan dosen dengan efektif,” papar Deslaknyo.

Deslaknyo juga menjadi mahasiswa Bidikmisi yang lulus dengan predikat cumlaude (menjadi lulusan pertama Bidikmisi IPB) dan langsung bekerja. “Sebelum sidang saya sudah mendapatkan tawaran bekerja di empat instansi. Alhamdulillah, sebelum lulus, saya sudah bekerja sebagai Manager of Research and Data Analysis Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI), sebuah NGO yang bergerak untuk membawa teknologi ke masyarakat. Sembari mempersiapkan diri untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Saya tetap ingin mengejar cita-cita masa kecil saya, yaitu menjadi seorang guru.

Kelak ketika saya telah menduduki posisi tinggi di manapun saya bekerja baik di perusahaan maupun di instansi pemerintahan, saya akan tetap mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik baik guru maupun dosen,” ujar Deslaknyo.

Pesan Deslaknyo,  mahasiswa Bidikmisi hendaknya dapat terus berkarya, meski berada di tengah-tengah ketidakmapanan. “Kita harus menjadikan kekurangan ini sebagai semangat untuk berubah menjadi lebih baik. Mahasiswa Bidikmisi adalah mahasiswa yang luar biasa. Kelak, ketika kita sudah mampu berdiri di kaki sendiri, giliran kita yang akan mengasuh generasi masa depan untuk mewujudkan Indonesia Madani. Jangan pernah minder dan tetap berusaha menjadi sosok yang peduli terhadap keadaan orang-orang di sekitar kita. Bersedekahlah meski kita termasuk orang yang tidak mampu secara ekonomi, namun ini akan menjadi nilai tambah sendiri yang diberikan Allah pada kita.” (RF)

Sumber  : djumali mangunwidjaja jumalimw@hotmail.com melalui milis kadang_temanggungan@googlegroups.com

Deslaknyo :  https://twitter.com/deslaknyo  https://www.facebook.com/deslaknyo

FIKT – Baksos Banjir Jakarta

FIKT – Baksos Banjir Jakarta

Jakarta : Dalam semangat guyub rukun warga perantauan dari Temanggung, maka Forum Ikatan Kadang Temanggungan (FIKT) melakukan aksi bakti sosial untuk anggota Kadang Temanggung yang terkena musibah banjir di Jakarta.

Mereka yang mendapat bantuan adalah angota dari Paguyuban Perantau Asal Temanggung (PAPAT).  Penyerahan bantuan dilakukan (30/1) kepada keluarga di Jatinegara, Kampung Makasar, dan Gunung Sahari.