Listhia H RahmanHari ini tanggal 10 November, bertepatan dengan hari pahlawan ada sebuah kota yang memperingati hari jadinya Temanggung. Untuk ukuran sebuah kota masih tergolong muda dibandingkan dengan tetangganya, kota Magelang. Kabupaten Temanggung salah satu kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Luas wilayah Kabupaten Temanggung  sekitar 870,65 Km2 (2,67 persen dari luas wilayah Provinsi Jawa Tengah).

Sudah 180 tahun sejak diputuskan pada tanggal 10 Nopember 1834, Temanggung mendeklarasikan hari jadinya. Hari jadi sebuah kota merupakan salah satu cara untuk meningkatkan semangat pembangunan dan pengembangan daerah pada semua lapisan masyarakat.

Di usianya yang terus bertambah, sudah banyak hal yang terjadi disini. Sebuah kota yang indah di antara dua Gunung Sumbing dan Sindoro ini pun pernah mengalami jatuh bangun. Namun, semboyan kota ini memang menyimpan harapan: Temanggung Bersenyum. Bersenyum adalah sebuah singkatan dari Bersih Sehat dan Nyaman untuk umum. Seberapapun pernah jatuh, masyarakat tetap bangkit untuk tersenyum membangun kota yang dibanggakannya kembali.

Beberapa tahun lalu, tepatnya pada awal tahun 2004 kota ini pernah dikhianati pemimpinnya sendiri. Penyakit Korupsi mengerogoti sang bupati. Siapa yang tidak marah,kesal,dan kecewa? Saat itu senyum kota ini seperti direnggut paksa. Tapi, tak berlangsung lama kota ini bangkit dan berusaha memperbaiki harapan yang pernah didustai. Temanggung “kembali” bersenyum dan kini sang “mantan” bupati-pun sudah divonis tujuh tahun penjara.

Tak berhenti sampai disini. Beberapa tahun kemudian nama kota Temanggung pernah menjadi trending topic media. Sayang bukan hal yang mengenakkan, justru menyesakkan. Terkait Terorisme. Ah, seperti peribahasa nila setitik rusak susu sebelangga. Masyarakat kota ini benar-benar merasakan dampaknya. Temanggung menjadi bercap negatif .

Ya, itu beberapa hal yang pernah menjadi krikil diperjalanan kota Temanggung. Namun,di hari yang spesial harus kalian tahu hal-hal baik apa yang pernah tercipta  dan ada di kota yang indah dan sejuk ini.

“Mbako Srintil”, Tembakau paling mahal ada di Temanggung

Mbako atau tembakau. Tembakau Temanggung atau dikenal dengan “Tembakau Srintil” merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Anehnya Tembakau “Srinthil” adalah tembakau  yang tumbuh begitu saja secara alami dan sampai detik ini belum ada peneliti yang bisa menemukan cara untuk membudidayakannya. Selain itu Harga “Srinthil” pun menggoda para petani, jika tembakau biasa Rp 12.500/kg, kualitas super per kilogram Rp 50 ribu, maka Srinthil harganya antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Tidak heran jika di sini banyak penduduk yang menggantungkan hidupnya pada komoditas ini.Areal penanaman tembakau di Temanggung rata-rata di atas 11.000 hektar yang tersebar di 14 kecamatan dengan tingkat produksi rata-rata 5000 ton tembakau per tahun. Angka tersebut setara dengan 31% produksi tembakau di Jawa Tengah atau 3.75% dari total produksi tembakau nasional.

Harta Karun di Lereng Sumbing-Sindoro yang Menawan

Kesenian yang tumbuh dan berkembang dikota ini antara lain kuda lumping, topeng ireng dan kubro siswo.

Tokoh – tokoh asli Temanggung

Jika kalian ingat pelajaran sejarah, ada sebuah perjanjian yang cukup terkenal dan familiar di telinga. Pernah mendengar Perjanjian Roem Royen? Ya, Mohamad Roem adalah seorang diplomat dan salah satu pemimpin Indonesia diperang kemerdekaan Indonesia. SelamaSoekarnopresiden, ia menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri, dan kemudian Mendagri. Beliau adalah putra terbaik yang terlahir di sebuah kecamatan di Temanggung, Parakan.

Memang disetiap kota mempunyai tokoh yang dibanggakan. Dan Hal ini bisa menjadi cerminan dan nilai tambah bagi kota sebagai simbol kebanggaan pernah melahirkan tokoh yang dikenal masyarakat luas. Selain itu Beberapa tokoh yang lahir dikota ini adalah Bambang Soedibyo  (Menteri Keuangan Periode 1999-2000 dan Menteri Pendidikan RI periode 2004-2009), Didi Nini Thowok (seniman yang mendunia).

Made in Indonesia yang Mendunia

Siapa sangka barang ini bukanlah produk dari luar negeri. Radio kayu ini berasal dari kandangan, Temanggung. Memang produk ini tidak terlalu booming di  negerinya sendiri, tapi cukup terkenal di pasaran luar negeri. Mengusung nama “Magno”, radio kayu buatan Bapak Singgih S Kartono mengadaptasi model radio classic, vintage namun tetap terlihat modern minimalis. Menurut berita yang dilansir dari kadangtemanggung.com , Setiap bulan Singgih mengirimkan kurang lebih 400 unit radio ” Magno “nya ke berbagai negara, dengan harga yang cukup mencengangkan, harga satu unit radio Magno sekitar 1,5 juta rupiah. Bahkan di pasar Eropa radio produksi dusun Krajan, Kandangan ini bisa mencapai Eur 260 atau sekitar 5,2 juta rupiah. Waow!

Pesona Alam Kota Temanggung

Tidak hanya cantik dan bersih, kota ini juga menawarkan beberapa objek wisata dari alam, sejarah, geologi, pegunungan dan tradisi.Mungkin karena letak Temanggung yang “diapit” oleh dua kabupaten yang memiliki potensi wisatanya lebih dikenal orang, khususnya turis asing yaitu Candi Borobudur (Kabupaten Magelang) dan Dataran Tinggi Dieng (Kabupaten Wonosobo). Temangung menjadi lebih sering dijadikan kota Ampiran atau Daerah Antar Tujuan Wisata (DATW), belum sebagai Daerah Tujuan Wisata (DTW). Padahal obyek wisata yang menarik dan potensial antara lain Taman Rekreasi Pikatan Indah dengan Pikatan Water Parknya, Monumen Bambang Sugeng, Monumen Meteorit, Candi Pringapus, Curug Lawe, Curug Trocoh, Prasasti Gondosuli, Goa Lawa, Umbul Jumprit dengan Pengambilan Air Suci Waisak, dan lain-lain. Bahkan saat ini ada wisata alam yang ramai diperbicangkan yaitu Wisata Alam Posong. Ada juga situs yang ditemukan disini yaitu Liyangan. Situs ini mungkin akan mengungkap bagian dari masa lalu kota Temanggung.

Kuliner “menyeramkan” khas Temanggung

Tidak lengkap rasanya mengunjungi sebuah tempat tanpa mencoba kuliner makanan khasnya. Seperti yang sudah pernah dituliskan oleh Kompasiner Pak Aljohan pada tahun 2012 mengenai makanan khas yang ada di Temanggung berikut akan saya rangkumkan nama-nama kuliner di kota ini seperti: Ketan Gudig (ketan penuh koreng), Ndas borok (kepala borokan), sikil krowak (kaki luka menganga), Balung kueuk (tulang kucing hutan), emping kecis (emping palsu), dan bajingan. Selain itu, diluar nama yang mengerikan ada makanan yang perlu dicoba disini xeperti Sego Gono,Empis-empis, kupat tahu, bakso lombok ulegdanKuban Ramban.

Nah, itu hanya sedikit yang bisa saya kabarkan pada kalian. Jika ingin tahu lebih banyak, datanglah ke kota Temanggung kami!

Temanggung ibarat sebuah rumah yang menyediakan kehangatan dan kenyamanan orang yang menempatinya. Selamat Hari Jadi Kota Temanggung-ku. Tetaplah bersenyum dan gemah ripah loh jinawi Negeri Menoreh. Tempat Kenangan-Persahabatan dan Cinta tumbuh, sebaik kualitas Tembakau Srintil! ^_^

Salam Cinta,

Listhia H Rahman

sumber : kompasiana